Bocor Data 1 Juta Akun, Facebook Dapat Surat Peringatan Kominfo

Sumber gambar dari techworm.net

JAKARTA – Bocornya data 1 juta akun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali memberikan Surat Peringatan Tertulis Kedua (SP II) kepada pihak Facebook. Sebagaimana dilansir okezone.

Kominfo memberi peringatan kembali kepada Facebook Indonesia untuk memberikan konfirmasi dan penjelasan mengenai adanya penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh aplikasi pihak ketiga yang menggunakan platform Facebook.

Kominfo menuntut Facebook Jaminan perlindungan data pribadi sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Kominfo No. 20 tahun 2016 mengenai Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

“Facebook sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memiliki kewajiban memenuhi standar yang dimuat dalam Peraturan Menteri Kominfo Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi,” Kominfo memberi penjelasan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/4/2018).

Facebook juga mendapat peringatan dari Kominfo untuk segera menyerahkan hasil audit mereka terkait aplikasi pihak ketiga yang ada di Facebook. Hasil audit dibutuhkan untuk menakar dan mengukur potensi permasalahan yang timbul akibat aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook, termasuk bagaimana penggunaan data pribadi yang diambil oleh mitra aplikasi di Facebook.

Di sisi lain, Kominfo pun kembali menemukan informasi tambahan mengenai terdapatnya aplikasi mirip milik Cambridge Analytica, yakni CubeYou dan AgregateIQ. Aplikasi dalam bentuk kuis dan personality test itu berpotensi digunakan untuk penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook.

“Oleh karena itu, kami mendesak Facebook menutup aplikasi atau fitur kuis personality test yang berkaitan dengan potensi penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook Indonesia,” tegas Kominfo.

Sebagai informasi, Kominfo sebelumnya telah memberikan Surat Peringatan Pertama (SP I) pada tanggal 5 April 2018 yang isinya meminta agar menjamin perlindungan data pribadi, memberikan hasil rencana audit aplikasi dan fitur yang dikembangkan oleh mitra dan menutup aplikasi atau fitur kuis personality test yang berhubungan dengan Kasus Cambridge Analytica.

Tinggalkan Komentar