Dapat Bisikan Ghaib, Oknum Polisi Merusak Dan Membuang Alquran Ke Parit

PORTALBERITAISLAM.COM –┬áMEDAN, Seorang oknum polisi yang bertugas di Dokkes Polrestabes Medan berinisial TPH berpangkat Brigadir, diamankan Sat Reskrim Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara karena diduga mengoyak Al-Quran. Pengerusakan Kitab Suci Al-Quran tersebut terjadi saat berada di Masjid Nurul Iman RSUP H Adam Malik, Jumat (11/5/2018). “Ya benar anggota kita ada yang melakukan pengerusakan Al-Qquran saat berada di Masjid Nurul Iman RSUP H Adam Malik. Saat ini dia sudah ditahan,” unjar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto.

Dilansir dari merdeka.com,TDPH tertangkap kamera masuk dan keluar Masjid Nurul Iman yang ada di RSUP H Adam Malik. Dia mengenakan baju kaus hitam bertulis ‘Lake Toba’ dan celana training hitam.

Belakangan diketahui pria ini mengambil Alquran dari masjid, memasukkannya ke celana dalam. Dia lalu masuk ke kamar mandi perempuan. Jemaah dan pengurus masjid kemudian dikejutkan dengan keberadaan Alquran yang dirusak di kamar mandi perempuan karena dibuang ke parit di sebelah kamar mandi perempuan.

Terdapat 4 eksemplar Alquran yang ditemukan. Satu di antaranya dalam keadaan sobek, satu basah dan rusak, serta satu eksemplar lainnya dalam keadaan kotor.

Pengurus masjid kemudian memeriksa rekaman CCTV. Aksi TDPH pun terbongkar. Kejadian itu dilaporkan ke polisi. Dari penyelidikan yang dilakukan, pelaku diduga anggota kepolisian, Brigadir TDPH.

“Yang bersangkutan diamankan dan sudah diterbitkan sprint penahanan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Sabtu (12/5).

Tatan memaparkan, berdasarkan penyelidikan, TDPH hari itu, Kamis (10/5) sekitar pukul 02.00 Wib mengantar istrinya yang akan melahirkan ke RSUP H Adam Malik. Setelah diperiksa di IGD, sang istri dibawa lantai III ruang melahirkan. Setelah menunggu hingga pukul 08.00 WIB, istrinya belum melahirkan juga.

Tatan menyatakan, sekitar pukul 08.00 WIB itu, TDPH mengaku mendapat bisikan-bisikan yang menyuruhnya untuk merusak masjid yang ada di RSUP H Adam Malik. Saat hendak mengambil tas tempat pakaian di mobil yang di parkiran, dia turun melalui lift, kemudian menuju masjid di bagian belakang ruangan dan langsung ke kamar mandi.

“Pada saat itu tersangka melihat lemari dalam masjid berisikan Alquran, selanjutnya setelah tersangka keluar dari kamar mandi kemudian tersangka masuk ke dalam masjid melalui pintu samping dan mengambil Alquran tersebut lalu tersangka merobek salah satu Alquran dan meletakkan di atas tembok dekat kamar mandi, sedangkan yang lain tersangka buang ke parit dekat masjid,” jelasnya.

Selanjutnya, tersangka mengambil tas dari dalam mobilnya dan membawanya ke ruang istrinya melahirkan di lantai lantai III RSUP H Adam Malik.

Namun, akhirnya aksi TDPH terbongkar. Dia pun diamankan dan ditahan. Penyidik pun telah mengamankan barang bukti berupa celana training hitam bergaris kuning, baju kaus hitam bertulis ‘Lake Toba’, celana dalam, topi rimba, dan rekaman CCTV.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tersangka,” jelas Tatan.

Dalam kasus ini TDPH diduga telah melakukan tindak pidana di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk Negara Indonesia. Dia disangka melanggar Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 156 KUH Pidana.

Tinggalkan Komentar