Fahri Hamzah : Buang Nalar Jadul Otoritarian 2019 Ganti Presiden

Fahri Hamzah, wakil ketua DPR RI sangat setuju tahun 2019 perlu ganti presiden baru. Hal ini misalkan saja ia katakan saat menyampaikan pesan perihal nalar demi Indonesia berkemajuan.

“#DemokrasiKita memerlukan pemikiran yang lebih canggih. Dan mengapa perlu #PemimpinBaru yg berjodoh dengan Narasi ini,” CUITNYA, belum lama ini, di akun Twitter pribadi miliknya.

Fahri hamzah, membaca apabila dalam Narasi pemimpin masih bersemayam paradigma yang sudah ditinggalkan. Katakanlah konsep “memisahkan antara pemimpin dan lembaga”.

“Konsep ini hidup dalam nalar lama. Dalam otoritarianisme pemimpin menjelma menjadi lembaga. #NalarABI.” Fakta ini, menurut dia mungkin masih bisa kita maklumi bila adanya di tengah masyarakat umum. Tapi bila pemimpin memiliki mazhab berpikir yang berasal dari zaman terbelakang maka yang terancam adalah kehidupan bersama. #NalarABI #DemokrasiKita.”

Tentu saja siapapun berhak memilih presiden pilihannya dalam pemilu 2019 nanti. Manusia hanya punya keinginan dan ikhtiar dalam menentukan presiden baru, semua takdir dan ketentuan hanya Allah yang menentukan.

Tinggalkan Komentar