Jokowi – JK Terbukti Lindungi Negara dari Narkoba

foto detik

Perang negara terhadap peredaran narkoba sudah sangat serius. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai massifnya upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh jajaran BNN, Polri, Ditjen Bea Cukai, hingga TNI AL membuktikan pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla berhasil menjaga masa depan bangsa, sebagaimana dilansir SUARA.

Bambang mengatakan, terkait narkoba, pemerintahan Jokowi-JK tak hanya melakukan tindakan hukum terhadap pedagang dan korban, namun juga pencegahan sejak di pintu masuk wilayah Indonesia.

Kata dia, penguatan perlindungan terhadap generasi bangsa dari bahaya zat terlarang ini dipastikannya juga akan didukung DPR melalui revisi UU Narkotika.

“Jihad memerangi narkoba sudah dilakukan dari hulu sampai hilir. Aparat di wilayah perbatasan maupun intelijen kita semakin kuat. Memang masih belum sempurna, namun terus akan kita tingkatkan. Salah satunya melalui revisi UU Narkotika yang sedang akan dibahas di DPR RI,” kata Bambang saat menyaksikan pemusnahan barang bukti 2,6 ton narkoba jenis sabu bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di silang Monas, Jakarta, Jumat (4/05/18).

Politikus Partai Golkar menjelaskan, revisi UU Narkotika sangat diperlukan guna memberikan kepastian hukum lebih lanjut. Beberapa diantaranya menyangkut pelaksanaan eksekusi hukuman mati agar ada efek jera.

“DPR RI sudah mendorong pemerintah agar revisi UU Narkotika bisa segera kita bahas. Kita perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dimana peredaran, perdagangan, maupun penyelundupan Narkoba sudah semakin canggih. Bandar dan sindikatnya juga antar negara. Saya ingin revisi UU Narkotika bisa menjawab berbagai tantangan tersebut,” tutur Bambang.

Bambang meminta semua pihak tak sedikitpun memberikan ruang bagi peredaran narkoba di Indonesia. Kata dia, sejauh ini, meskipun aparat berwenang sudah melakukan berbagai upaya penegakan hukum terhadap para bandar, pengedar serta pengguna narkoba, namun penyelundupan dan peredaran narkoba hingga kini masih tinggi di Indonesia.

“Saya sudah berkali-kali menyerukan jihad melawan narkoba. Ini butuh dukungan semua pihak. Bukan hanya dari aparat hukum saja, melainkan yang paling utama dari masyarakat sekitar. Jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum jika menemukan pihak-pihak yang dicurigai terlibat dalam lingkaran narkoba,” ujar Bambang.

Lebih lanjut, terkait 2,6 ton sabu yang dimusnahkan pagi tadi, mantan Ketua Komisi III DPR mengapresiasi sinergitas berbagai instansi hingga berhasil mengamankan enam tersangka.

Menurut dia, aparat keamanan Indonesia dipandangnya juga telah bekerjasama dengan baik bersama pihak internasional seperti Australian Federal Police (AFP) dalam upaya mencegah penyelundupan narkoba ke Indonesia.

“Kita harus mengapresiasi kerja keras BNN, TNI AL, Bareskrim Polri, Imigrasi, maupun aparat lainnya yang saling bahu membahu untuk menggagalkan penyelundupan narkoba ke negara kita. Dari proses pengintaian dan pengejaran tak kenal lelah, akhirnya 2,6 ton Narkoba bisa diamankan,” tutur Bambang.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Anggot Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni. Menurut dia, sinergitas antara penegak hukum dan instansi lainnya semakin terlihat baik dalam upaya pemberantasan narkoba.

Sahroni menekankan, pemberantasan narkoba juga harus didukung dengan penindakan hingga beking yang melindungi peredaran zat terlarang tersebut.

Lebih jauh Sahroni berpesan sosialisasi secara massif akan bahaya narkoba juga harus lebih digalakkan, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Ia mengapresiasi deklarasi anti narkoba yang ditandatangani oleh ratusan pelajar se-Jakarta Barat di Walikota Jakarta Barat kemarin.

“Salah satu sasaran pengedar narkoba adalah para pelajar. Sebagai generasi penerus bangsa, mereka harus diberikan pemahaman bahaya narkoba sehingga tak tergoda untuk mengonsumsinya,” kata Sahroni.

 

Tinggalkan Komentar