KEBLINGER Emak-Emak Takbir Kampanye Mewajibkan Ganti Presiden

Yel yel takbir Allahuakbar dan Fatwa Wajib hukumnya mengganti presiden pada pemilu 2019 ramai diteriakan sekelompok ibu-ibu dalam acara deklarasi akbar relawan #2019GantiPresiden disekitar patung kuda, Monas, Jakarta Minggu (6/5/2018) pagi.

Nampak kumpulan emak-emak yang menyerukan WAJIB HUKUMNYA Ganti Presiden 2019.
Kumpulan emak-emak polos ini nampak seperti diorganisir oleh para politikus yang mencatut hukum Agama dengan menekankan WAJIB mengganti presiden baru pada pemilu 2019 mendatang tanpa dalil dan membabi buta. Padahal dalam pemilihan presiden 2019 masih ada aturan pemilu presiden maksimal mengemban jabatannya dua periode. Bukan mengharamkan presiden menjabat dua periode.

Di negara demokrasi dukung mendukung paslon memang sudah biasa dan wajar, namun jika harus mencatut hukum Agama dan menebar kebencian demi ambisi jabatan para politikus itu  yang sangat disayangkan.

Dalam syariat Islam meneriakkan Takbir dan mengatakan WAJIB hukumnya mengganti seorang presiden Muslim yang masih sholat, membayar zakat, puasa dibulan Ramadhan dan melaksanakan ketentuan syariat Islam lainnya adalah HARAM bukan WAJIB. Ini sama saja seperti menjual syariat islam dengan demokrasi ciptaan manusia.

Bagaimana mungkin mereka meneriakkan kalimat Takbir yang agung untuk mengikuti demokrasi ? Ucapan dan tindakan yang KEBILNGER dan tidak pada tempatnya. Hendaknya masing-masing bersabar mengikuti aturan KPU untuk kampanye pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Tidak melanggar dan menjual ayat-ayat qur’an dan hadits demi kepentingan para politikus yang mengatasnamakan kepentingan Rakyat.

Tinggalkan Komentar