Perpres Tenaga Kerja Asing Dinilai Berbahaya, Ini Alasannya

Foto: Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China juga didatangkan untuk bekerja di Pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan.

PORTALBERITAISLAM.COM, Jakarta – Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing dinilai berbahaya terkait perizinan, rangkap pekerjaan dan lemahnya celah pengawasan yang berdampak pada keamanan nasional.

Jubir PKS Muda Bidang Polugri, Arya Sandhiyudha mengatakan kaitan TKA dengan kebijakan orang asing secara umum memiliki celah besar dalam banyak aspek. Misalnya kebijakan bebas visa, yang awalnya tujuannya berwisata tetapi tiba-tiba beralih menjadi Tenaga Kerja Asing.

“Perpres ini berbahaya, kemudahan bagi masuknya orang asing ternyata dipicu oleh kebijakan pemerintahnya sendiri,” katanya dalam diskusi bertajuk “Pengangguran Banyak, Jokowi Impor Tenaga Kerja” di Kantor DPP PKS Jakarta, Kamis (12/04/2018).

Dia juga mengatakan bahwa lahirnya perpres tersebut berdampak pada keamanan nasional. Sejak 2011 UU keimigrasian dialihkan ke persoalan administrasi padahal sebelumnya persoalan migrasi di lihat melalui intelejensi.

“Peralihan inilah yang menjadi pembuka pintu masuknya orang asing ke Indonesia. Padahal dahulu orang asing diawasi dengan pengawasan intelijen, sebab berpotensi memicu masalah sosial dan kejahatan transaksional,” ujarnya.

Arya minta pemerintah untuk tidak melihat orang asing hanya sebagai peluang meningkatkan kunjungan wisatawan. Persoalan orang asing tidak cukup diawasi hanya melalui administrasi, tetapi perlu insting intelijen demi memperkuat keamanan nasional.

“Sangat disayangkan orang asing asal Cina sangat banyak masuk ke Indonesia ditambah diberikannya kebijakan bebas visa, tetapi TK Indonesia sulit masuk ke Cina dan tidak mendapatkan bebas visa. Ada kesepakatan yang tidak sesuai dilakukan oleh Cina,” pungkasnya.

Original Article

Tinggalkan Komentar