Rupiah Tembus Rp 14.000 Benarkah Akan Terjadi Krisis Ekonomi?

Pelemahan Rupiah hingga melebihi level Rp 14.000 per USD masih jadi kekhawatiran masyarakat bahwa krisis yang terjadi pada tahun 1998 akan terjadi kembali. Bahkan, beberapa pihak pun menyimpulkan bahwa ekonomi Indonesia tengah waspada krisis.

Rizal Ramli mengingat saat Indonesia mengalami krisis ekonomi dahsyat pada 1998 silam. Sebelum itu, atau tepatnya tahun 1996, Rizal Ramli sudah mengingatkan pemerintah akan dihadapi masalah besar.

“Pada 1996 kami mengeluarkan forecast 200 halaman, kami bilang hati-hati karena ada awan mendung di atas Indonesia jadi krisis tapi kami dibantah semua analisis internasional, Rizal Ramli enggak benar. Gubernur BI, Menkeu bantah. Padahal kami sederhana (indikator) account defisit Indonesia negatif cukup besar itu pasti bikin rupiah melemah dan utang Indonesia, swasta banyak banget. Rupiah overvalue 8 persen saat itu, tapi saya dibantah,” katanya.

Pemerintah saat itu, kata Rizal, masih mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat di Asia Tenggara. Namun, tak lama berselang, Indonesia dihantam krisis ekonomi hebat.

Ekonom Kwik Kian Gie mengatakan, jika melihat di era Jokowi saja, nilai tukar Rupiah sudah rontok mencapai sekitar Rp 40 persen. Kwik Kian Giet tak banyak bicara atau mengulas masalah ini. Menurutnya, dari data di atas sudah bisa didapat kondisi fundamental Indonesia. “Jadi kalau kita lihat begini, dampak fundamental sudah tercermin dari Rupiah.”

sumber

Tinggalkan Komentar