Survei: 67,3 persen masyarakat tidak setuju gerakan ganti presiden

Survei nasional Y-Publica merilis hasil survei mengenai isu gerakan 2019 ganti presiden. Masyarakat sebanyak 67,3 persen tidak menginginkan Joko Widodo diganti. Sedangkan yang setuju sebanyak 29 persen.

Survei nasional ini memiliki 1.200 responden diambil secara multistage random sampling, mewakili 120 desa dari 34 Provinsi. Survei memiliki 2,98 persen margin of error dalam tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilaksanakan pada 2-12 Mei 2018 melalui wawancara tatap muka.

Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono mengatakan, gerakan tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap politik. Sebab, dari responden yang mengetahui gerakan tersebut menyebutkan sebagai gerakan di media sosial, dengan persentase 36,4 persen.

“Sekitar 67,3 persen tidak setuju, 29 persen yang menyatakan setuju. Itu yang kami simpulkan tidak berdampak politik,” kata Rudi saat rilis survei di Sarinah, JakartaPusat, Jumat (25/5).

Survei ini juga menemukan bahwa gerakan ganti presiden tidak berpengaruh banyak terhadap kepuasan masyarakat terhadap kinerja Joko Widodo. Y-PUBLICA membandingkan dengan survei kepuasan kerja pemerintah oleh Litbang Kompas yang dilakukan 21 Maret-1 April 2018. Y-PUBLICA kepuasan pemerintah berada di 72,5 persen, sedangkan Litbang Kompas berada di 72,2 persen.

“Gerakan itu tidak membuat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah itu jatuh,” jelas Rudi.

Dari 29 persen yang setuju dengan gerakan ganti presiden, tokoh pilihan mereka adalah Prabowo Subianto dengan angka 40,9 persen. Diikuti Agus Harimurti Yudhoyono 11,2 persen, Anies Baswedan 10,9 persen, Gatot Nurmantyo 10,5 persen.

“Mayoritas mengajukan nama Prabowo Subianto, 11 persen AHY, 10 persen Anise, disusul Gatot,” kata Rudi.

sumber : merdeka.comhttps://www.merdeka.com/politik/survei-673-persen-masyarakat-tidak-setuju-gerakan-ganti-presiden.html

Tinggalkan Komentar