Teror Bom Dan “Rekayasa” Penguasa

Teror Bom yang mengguncang secara beruntun di Indonesia menjadi perhatian dalam dan luar negeri. Banyak berbagai opini yang mengarah kepada rekaysa pemerintah dibalik semua kejadian ini, walaupun media ISIS Amaq telah mengklaim bahwa mereka yang bertanggung jawab atas semua teror ini.

 

“Tiga serangan operasi istisyhad menyebabkan sedikitnya 11 korban tewas dan 41 lainnya luka-luka dari kalangan kaum Kristen, termasuk di antaranya aparat kepolisian penjaga gereja, di Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur negara Indonesia,” tulis Amaq, seperti yang beredar di media sosial.

Pemerintah kita saat ini seorang muslim yg menjalankan sholat 5 waktu, puasa ramadhan, zakat, haji dll.  Siapapun Muslim yang akan memimpin negeri ini pada pemilu 2019 kelak, baik Jokowi, Prabowo atau lainnya, beban pemerintah itu sangat berat. Belum lagi serangan dari orang yang ingin mengadu domba rakyat dengan pemimpinnya demi ambisi kekuasaan, adanya gerakan komunisme untuk mengadu domba agama dengan pemerintah, plus serangan ancaman dari Teroris khowarij. Negara diserang dari tiga arah penjuru. Belum lagi serangan dari luar.

Jangan memfitnah pemerintah muslim dengan fitnah keji atas kejadian teror Bom bahwa ini rekayasa penguasa untuk mengalihkan isu. Ciri khas pengagum gerakan khowarij adalah bermain di air keruh. Politikus yg menjual nama Islam itu kadang sebagian lebih buruk daripada politikus nasionalis. Bukan hanya itu, mereka kadang menyebut ulama yg tidak mau mengkafirkan pemerintah dzolim disebut antek-antek amerika dan menghasut Rakyat untuk memberontak dan berbuat makar.

Idiologi ISIS, JAD yg disebut Teroris khowarij ini sudah ada sejak zaman Nabi. Dan para ulama jauh sebelum Indonesia merdeka bahkan sebelum berdirinya negara2 sudah memberikan warning tentang ciri khas kaum teroris yg mengkafirkna pemerintah Muslim tanpa adanya dalil dan penafsiran dari para sahabat Nabi. Kenapa penafsiran para sahabat ? bukan penafsiran sayyid qhutub , Usamah bin laden, atau penafsiran Abu bakar bagdadi ?

Karena sahabat nabi org yg paling tahu tentang quran dan tafsirnya. Mereka menyaksikan wahyu turun. Kitab dan tafsir para ulama masih ada sampai sekarang. Kenapa harus mengambil dari kitab tafsir Sayyid qhutub yg sama sekali tidak pernah duduk belajar agama dihapdan para ulama ? yg bekas wartawan penganut marxisme ? apakah sayyid qhutub, usamah bin laden menyaksikan wahyu turun ???

Ketenangan dan keamanan suatu negeri yg tidak mengalami perang itu harus disyukuri. Apa gunanya Negeri dipimpin oleh orang yg katanya islami tp penganut khowarij ? Bukan tidak mungkin kalo rakyat diprovokasi terus menerus kebencian kepad penguasanya tentu akan menimbulkan chaos yang lebih besar dan Amerika bisa jadi akan mengambil alih memerangi Muslim Indonesia yang dianggap teroris sepeti di suriah. Pemerintah memerlukan dukungan dan do’a ikhlas dari Rakyatnya dalam pemberantasan terorisme, membangun negeri yang aman, damai dan sejahtera. STOP PROVOKASI.

Tinggalkan Komentar